Sejarah Madrasah Darun Najah

Sejarah Madrasah Darun Najah

Cikal bakal berdirinya MA Darun Najah adalah  Perguruan Islam Darun Najah (PID)  yang
berdiri pada tanggal 27 Juli 1963 di desa Ngemplak Kidul, kecamatan Margoyoso,  kabu-
paten Pati yang terdiri dari Jenjang Madrasah Ibtida’iyah, Madrasah Diniyah dan  Mad-
rasah Tsanawiyah. Adapun para ustadz yang mengajar ialah Ustadz Hadiq Ma’shum  selaku 
Kepala Madrasah, Ustadz K.Ali Murtadlo selaku wakil Kepala Madrasah, Ustadz  Muhammad
Munir Selaku Sekretaris, Ustadz Sudarno Diono selaku pembantu umum serta dibantu oleh 
para santri senior Pesantren Darul Huda yang mayoritas berasal dari desa  Karangsari, 
kecamatan Cluwak, kabupaten Pati. Pada waktu itu PID belum memiliki gedung   sendiri, 
dan pelaksanaan belajar mengajar dilakukan di rumah-rumah warga sekitar peasntren Da-
rul Huda, antara lain ialah :  di rumah Bapak H. syukur Markam (Mbah Jono),  di rumah 
Bapak K. Badri Sini, dan di rumah Bapak So Seger. 
Pada tanggal 27 Juli 1964 Mbah Jono (H. Syukur Markam) menyerahkan tanah wakaf seluas
400 m2, yang berada disebelah selatan rumah beliau tepatnya  di jalan Pati–Tayu km 18, 
untuk dijadikan gedung madrasah. Dengan swadaya masyarakat, alhamdulillah  berdirilah 
gedung madrasah yang berdiri dari tiga ruang kelas yang digunakan untuk menampung  pa-
ra siswa-siswi kelas satu sampai kelas tiga Tsanawiyah, sedangkan anak-anak Ibtidaiyah 
dan Diniyah masih bertempat di rumah-rumah tersebut di atas.  Pendidikan berjalan  dan 
berkembang hingga tahun 1972 PID menambah jenjang untuk tingkat Aliayh, yang selanjut-
nya bernama Madrasah Aliyah (MA) Darun Najah, yang untuk tahun pertama dapat menampung 
tamatan Tsanawiyah sebanyak 27 siswa-siswi  ditambah  siswa baru  dari luar Tsanawiyah 
Darun Najah.
Dari fenomena tersebut di atas, pengurus PID terdorong untuk menambah ruang kelas seba-
nyak 3 lokal guna mengantisipasi bertambahnya siswa di tingkat Aliyah. Pada tahun 1975, 
MA Darun Najah dapat menamatkan Mutakhorijin-mutakhorijat pertama kali sebanyak 37 sis-
wa-siswi. Pada tahun 1975 PID menambah bangunan ruang kelas baru sehingga  untuk  semua 
jenjang berjumlah 10 lokal. Karena semakin banyaknya jumlah siswa,  maka  sejak   tahun 
1976 para siswa dimasukkan dua sift, yakni untuk Ibtida’yah dan Diniyah masuk pagi, se-
dangkan Tsanawiyah dan Aliyah masuk sore. Hal ini  mendorong  pengurus  untuk  berusaha 
membeli sebidang tanah. Dan  alhamdulillah, baru pada tahun 1986, pengurus berhasil mem-
beli sebidang tanah seluas 1000 m2 yang terletak di sebelah utara lapangan desa Ngemplak 
Kidul, dan selanjutnya di bangunlah gedung untuk tingkat Tsanawiyah  dan Aliyah.  Adapun 
pembiayaannya mereka dapatkan dari saldo bisyaroh para guru. Akhirnya dari tahun ke  ta-
hun pendidikan di MA Darun Najah khusunya dapat berjalan dengan  lancar  dan  berkembang 
dengan baik. Sejak tanggal 01 Maret 1988,  dengan Nomor Surat:  Wk/5.d/174/Pgm./MA/1988, 
yang dikeluarkan oleh Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Jawa Tengah, MA Da
run Najah secara resmi dapat menempuh Ujian Negara untuk  program IPS,  yang  sebelumnya 
mengikuti kurikulum pondok pesantren. Selanjutnya atas permintaan Stake Holder, pada ta-
hun 1995, MA Darun Najah menambah program pilihan, yakni MA Keagamaan (MAK). Untuk  saat 
ini MA Darun Najah memiliki tiga program pilihan, yakni IPS, Keagamaan, dan IPA.